popular 1

Labuan Bajo sebagai Wisata Premium Berkelanjutan Kelas Dunia

Event

20 November 2020

16 views

Untuk mencapai tujuan sebagai kawasan wisata premium, tentu berbagai usaha mesti dilakukan. Tak hanya dari pemerintah dan lembaga masyarakat, tetapi juga butuh kerja sama dari masyarakat di daerah itu sendiri. Tidak terkecuali Labuan Bajo.


Sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo memberi suguhan destinasi wisata bagi para pengunjungnya. Koordinator GenPI Labuan Bajo menyebutkan beberapa pesona yang menjadi unggulan. Titik-titik itu di antaranya ialah Bukit Silvia, Gua Batu Cermin, Gua Rangko, Pulau Padar, Pulau Komodo, Cunca Walang, Taka Makassar, dan Manta Point.


Shana Fatina sebagai Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores menyampaikan bahwa rencana pengembangan kawasan pariwisata ke depannya diimbangi dengan upaya melestarikan lingkungan dan budaya luhur di Labuan Bajo, Flores.


Kemajuan teknologi tak luput dimanfaatkan sebagai sistem kontrol dalam menyajikan data dan informasi digital agar lebih efisien. Pemanfaatan teknologi informasi ini disebut sebagai command center. Sistem ini dapat memudahkan kegiatan dalam meningkatkan kualitas destinasi pariwisata. Dengan tujuan wisatawan, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, dan stakeholder, teknologi ini juga berfungsi mendukung protokol keamanan dan keselamatan.


Taman Nasional Kelimutu pun direncanakan akan menjadi destinasi ekowisata premium. Berdasarkan paparan Persada Agussetia Sitepu sebagai Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, ekowisata disebar menjadi tiga fokus, yakni alam lestari, masyarakat berdaya, dan penguncung tercerahkan.


Cordelia Phinisi sendiri merupakan sarana untuk ke Pulau Komodo. Disampaikan langsung oleh Co-owner Cordelia Phinisi, Wulandari K. Septiani, kapal ini memuat kamar dan satu kamar mandi di dalam kapal. Sarana ini memungkinkan pengunjung menikmati pula perjalanan menuju Taman Nasional Komodo.


Taman Nasional Komodo sendiri termasuk premium ecotourism destination. Oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara, menjelaskan mengenai tiga potensi keanekaragaman hayati Taman Nasional Komodo sendiri ada tiga, yaitu konservasi, pengembangan, dan dukungan logistik.


Lukita menambahkan bahwa Taman Nasional Komodo telah dibuka kembali dengan fase tahapan, di mana telah ada tiga fase, yakni Fase I (6 Juli 2020), Fase 2 (15 Agustus 2020), dan Fase III yang masih menunjuk kebijakan nasional agar wisatawan domestik dan mancanegara dapat berkunjung seperti pada Maret 2020 ke belakang.


Begitu pula Ketua Harian GAHAWISRI DPC Labuan Bajo, Aprita Primayuda, memaparkan tiga suguhan wisata darat, laut, dan bawah air di Taman Nasional Komodo, di mana masing-masing wilayah memiliki kegiatan-kegiatan menarik untuk dilakukan, seperti trekking, liveaboard, snorkelling, diving, dan sebagainya.


Baik Kelimutu dan Labuan Bajo sama-sama bersiap menuju CHSE di masa pandemi dan dalam menghadapi Era New Normal di kemudian hari.


Selama sepi pengunjung oleh karena pandemi, Aprita juga menjelaskan beberapa kegiatan telah dilakukan seperti konservasi reefcheck, beach clen up, dan penerapan kesehatan new normal. Hal ini menjadi satu strategi (mitigasi) untuk menjaga agar tetap siap saat nanti dibuka kembali.

Tag:

About Author

Get article insights sent directly to your inbox

By entering your email, you agree to receive this and other marketing content about ways Kreen can support your events. You may opt-out of future Kreen marketing emails at any time using the unsubscribe link within the email.